cara memotivasi diri dalam belajar

7 Agu

images

Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya. Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.

Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:

  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:

  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar

Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi. Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:

  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.

  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

    Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

    Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

9 Tanggapan to “cara memotivasi diri dalam belajar”

  1. belajar internet Agustus 25, 2009 at 6:34 am #

    artikel yang sangat bermanfaat
    terima kasih infonya

  2. someone said Februari 10, 2010 at 7:12 am #

    good enough

  3. nicho's,,, Maret 10, 2010 at 10:08 am #

    thx iah….
    artikelnya bgs…..
    tp ada gx….
    bgaimana cara memotivasi kita u/ blajar lgi…
    apa bila kita dpt nilai rndah dlm ulgn…… pdhl…qt udh…brshasa s’mampu qt….. eh gx tau nya hsilnya gx s’suai yg qt inginkan….
    trus bgaimana jg u/ mmbangkitkan smgt kita u/ bljar di sat qt sdh mlai ptus asa dgn nilai yg qt dpt tdi????
    di tunggu jwbnnya…

    • mulyawan Maret 15, 2010 at 7:03 am #

      ada sebuah ayat dalam al-quran: manusia hanya bisa berusaha, allah lah yang memutuskan. kalau begitu baca ajah bukunya, belajarlah. lulus atau tidak, nilai bagus atau jelek itu urusannya allah bukan urusan kita karena tugas kita hanyalah berusaha. ok

  4. diah heryani April 1, 2010 at 4:53 am #

    eeeeeeemmmm
    emang gak gampang tuk memotivasi diri sendiri tapi artikel ini cukup memotivasi saya. yang penting lakukan yang terbaik tuk orang yang kita sayang bikin semua bangga terhadap kita cayoo tuk semua tidak ada kata ” GAGAL ” tetapi hanya ada kata ” BELAJAR dan SUKSES “

  5. D. chandra April 12, 2010 at 5:28 am #

    mungkin lebih tepatnya ..

    Kita sbgai manusia memang d ciptakan untuk mencoba, bukan berhasil.
    tetapi berhasil atau gagal nya hasil yang kita peroleh tsb trjadi krn sbrapa bsar usaha yg kita lakukan ..
    jadi klo kita blum lulus, mungkin krn usaha yg kita lakukan memang blum pantas untuk mendapatkan kelulusan .

    so , jgn hanya mengejar keberhasilan tetapi jadikan diri kita pantas untuk mendapatkan keberhasilan itu ..
    thx all ..

  6. Danu Hendarto Mei 29, 2011 at 10:39 pm #

    Terimakasih atas infox gan,,..nice bgt..?!!!!!

  7. ayu Januari 14, 2013 at 4:06 am #

    makasih atas informasi artikelnya sangat bagus….
    pi bleh ngak minta saran nya lagi…
    kan kami sebentar ge mau menghadapi ujian nasional,mulai sekarang kami udah mempersiapkan diri,seperti belajar dll,,,,,
    tapi kami udah usaha beljar ada salah satu mata pelajaran yg mana udah di pelajari terus tapi ngak ngerti”….
    bagaimana cara motivasikan diri untuk bisa mengerti salah satu pelajaran itu….

    harap balasannya….
    makasih:)

    • mulyawan Januari 15, 2013 at 7:28 am #

      untuk memotivasi kita belajar, ada dua hal yang mesti kita lakukan,
      pertama kita harus punya gol, contoh kalau kita punya cita-cita ingin menjadi dokter pasti kita akan lebih semangat untuk belajar biologi, atau kalau kita kerja dan punya atasan orang luar pasti kita akan termotivasi untuk belajar bahasa inggris.
      yang kedua kita harus tahu gaya belaja kita, yaitu
      1. VISUAL (Visual Learners)
      Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
      Ciri-ciri gaya belajar visual ini yaitu :
      Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
      Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
      Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
      Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
      Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
      Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
      Dapat duduk tenang ditengah situasi yang rebut dan ramai tanpa terganggu
      2. AUDITORI (Auditory Learners )
      Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
      Ciri-ciri gaya belajar Auditori yaitu :
      Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas
      Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
      Cenderung banyak omong
      Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
      Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis
      Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
      Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll
      3. KINESTETIK (Kinesthetic Learners)
      Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
      Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik yaitu :
      Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar
      Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
      Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
      Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
      Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambing
      Menyukai praktek/ percobaan
      Menyukai permainan dan aktivitas fisik
      jadi setiap orang punya gaya belajar masing-masing, yang mana gaya belajar kamu,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: