aneh,bayi berkepala dua

7 Agu

Tembilahan – RSUD Puri Husada Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, merawat bayi berkepala dua yang lahir di rumah sakit tersebut pada Kamis 23 Juli kemarin.20080531064754


Di ruang perawatan anak RSUD Puri Husada Tembilahan, Jumat 24 Juli, masyarakat tampak berbondong-bondong dan berebut ingin menyaksikan dari dekat bayi tersebut.

Anak pasangan Badrun (33) dan Nurhayati (23) warga RT 3 Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung lahir RSUD Puri Husada Tembilahan melalui operasi cesar pada Kamis malam.

Badrun yang sehari-harinya buruh tani ini membawakan istrinya ke Tembilahan menyusuri Sungai Indragiri dari kampungnya di Belantaraya setelah tenaga kesehatan di sana menyatakan bahwa istrinya itu harus dibawa ke rumah sakit.

Menurut Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan Rasul Alim, kasus bayi berkepala dua ini merupakan kasus pertama terjadi di Inhil. Pada saat dilahirkan kondisi bayi dalam keadaan sehat. “Baru sekali ini terjadi di Inhil ada bayi berkepala dua,” katanya.

Ia mengatakan, secara umum kondisi bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dalam keadaan sehat. Bayi yang belum diberi nama ini memiliki dua kepala, satu badan, dua tangan, dua kaki, satu ginjal, satu jantung, dua paru-paru, satu lubang anus.

Berat saat lahir 3.200 gram, dengan panjang badan 43 sentimeter. Namun, lanjut dia, jantung anak pertama dari pasangan Badrun dan Nurhayati yang sebelah kiri lebih kecil dibandingkan sebelah kanan.

“Sebenarnya ini kembar siam dengan kelainan, secara ilmu medis tidak mungkin dipisahkan. Namun kita tetap berusaha memberikan penanganan terbaik bagi bayi ini,” ungkap Rasul.

Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo didampingi Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan melihat langsung dari dekat kondisi bayi kembar siam dan ibunya tersebut.

“Ini merupakan kekuasaan Allah yang harus kita terima dengan kesabaran. Namun, kita sebagai manusia harus tetap berusaha bagi kebaikan bayi ini,” ujar Rosman.

Ia menambahkan, setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Riau, hari ini juga bayi itu dibawa ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, untuk mendapatkan perawatan dan penanganan selanjutnya.

Sedangkan Nurhayati, ibu bayi tersebut mengatakan bahwa sebelum melahirkan ia tidak mendapatkan firasat apapun terkait kehamilannya tersebut. Hanya saja saat itu, tenaga medis setempat menyatakan bahwa kemungkinan memang bayinya kembar. “Selama hamil saya pun tidak ada firasat apa-apa,” ungkap Nurhayati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: